BeritaBerita dan CeritaKarawana

Masalah Air di Karawana Belum Tertangani

Siang itu Kades Karawana seolah ingin segera menyudahi sambungan telepon, setelah menjelaskan permasalahan air di Desanya. Permasalahan sumber air yang semakin kecil belum tertangani, sehingga butuh sumur bor yang lebih dalam agar dapat menjangkau air di kedalaman tanah.

Dibutuhkan pula bantuan tandon penampungan air, agar ketika ada bantuan air bersih yang dibawa mobil tangki, banyak air yang bisa ditampung. Begitulah Pak Kades menjelaskan kepada saya sebelum suara sambungan telepon berganti dengan aksen suara Fajar, pelapor dua Desa Karawana, karena obrolan dengan Kades lewat sambungan telepon tersebut menggunakan nomor telepon Fajar.

“Kalau bisa ada bantuan tandon air, kira-kira lima bijilah, supaya bisa banyak tampung air di sini.” Kata Pak Kades sebelum saya menanyakan lebih jauh terkait perkembangan kondisi di Karawana.

Memang butuh penanganan lebih maksimal lagi untuk masalah air bersih yang dikeluhkan warga mulai sejak di penghujung tahun lalu itu. Sekalipun beberapa warga melakukan penangan sendiri dengan membuat sumur bor dirumah mereka secara pribadi. Namun, hal ini hanya dilakukan bagi beberapa warga yang mampu membayar jasa pengeboran sumur.

Seperti keterangan dari beberapa warga sebelumnya, bahwa dampak matinya saluran air irigasi karena rusak parah akibat gempa lalu, tidak hanya pada sektor pertanian saja, melainkan juga berdampak juga pada sumber air bersih di Desa Karawana. Hal ini tentunya dapat diperkirakan kontur tanah di Karawana  berubah sehingga berdampak terhadap sumber air tanah di dalamnya, atau juga memang sumber air di Karawana sangat bergantung dengan air irigasi, entah oleh resapan atau apalah itu namanya, karena belum ada publish penelitian terkait hal itu, entah sudah ada penelitian atau belum, ini hanya perkiraan.

Jumat (1/02) kemarin, empat orang pekerja mulai menancapkan pipa kedalam tanah untuk membuat sumur bor di area Masjid Al-Huda Desa Karawana. Sumur bor yang sementara dikerjakan ini merupakan bantuan dari Yayasan Baitul Hikmah Elnusa. Sebuah yayasan yang berazaskan Islam dengan fokus pada pemberdayaan di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan melalui empat bidang kegiatan.

Sampai sore (6/02) kemarin, Fajar menyampaikan kepada saya bahwa; sumur bor yang telah dikerjakan selama seminggu itu, belum selesai. Belum mengeluarkan air.

Lihat Lainnya

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

avatar
  Berlangganan  
Notify of
Close