BeritaBerita dan Cerita

PASIGALA Tangguh

Saya senang saat diberitahu kawan admin Pasigala Tangguh, situs web yang kami bangun itu, pasigala.skp-ham.org ada di urutan pertama saat orang menulis kata kunci “Pasigala” di kolom pencarian Google.

Lema Pasigala (Palu, Sigi, Donggala) yang menjadi akrab di kita pasca peristiwa bencana 28 September 2018 itu, adalah kata kunci utama selain lema Palu, Sigi, atau lema Donggala itu sendiri. Kata bencana akan merujuk luas dan umum, tidak saja ke Sulawesi Tengah, tetapi juga ke Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan Selat Sunda (Pandeglang dan Lampung Selatan). Pun pada kata gempabumi, tsunami, dan likuefaksi. Di kata yang terakhir itu, likuefaksi, juga merujuk ke peristiwa tanah amblas di Jalan Gubeng, Kota Surabaya, meskipun peristiwa itu bukanlah likuefaksi seperti yang terjadi di Pasigala.

Situs web yang sudah berjalan selama dua bulan pasca bencana itu isinya adalah kerja-kerja kolaborasi NEMU BUKUSkp-ham Sulteng, dan sejenakhening.com mendampingi penyintas di 10 desa di Pasigala: Mpanau, Kayumalue Ngapa, Pantoloan Boya, Wani 1, Bone Oge, Labuan, Soulove, Potoya, Langaleso, dan Karavana.

Di situs web itu, kami tidak hanya berbagi data-data statistik dan informasi aktual di lapangan, tetapi juga ajakan berkontribusi untuk menjadi relawan.

….dan harapan.

Iqra!

0 0 votes
Article Rating
Lihat Lainnya

Artikel terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x