Literasi Bencana

Literasi Bencana (17)

91 tahun yang lalu (1927), di tanggal yang sama di hari ini, 29 Desember, Anak Krakatau memulai aktivitas erupsinya dan berpuncak dalam letusan hebat pada 26 Januari 1928.

Reinout Willem van Bemmelen (1904-1983) merekam evolusi Krakatau sejak gunung di Selat Sunda itu aktif sejak bulan Mei dan berpuncak pada Agustus 1883.

Di buku The Geology of Indonesia (Volume I) setebal 731 halaman (diterbitkan oleh Kantor Percetakan Negara di The Hague, Mei 1949), Bemmelen, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Survei Vulkanologi Belanda, mencatat 36.417 orang tewas akibat letusan Krakatau dan terjadinya gelombang pasang (Bemmelen menulisnya tidal waves setinggi 20 meter). Tsunami belum dikenal saat itu sebagai lema.

Letusan Krakatau 1883 membentuk pulau-pulau dan kaldera baru: Verlaten, Long Island, Rakata, Perbuatan dan Danan, dan Anak Krakatau yang 91 tahun lalu aktif pada 29 Desember 1927 dan erupsinya berpuncak sebulan kemudian pada 26 Januari 1928.

22 Desember 2018 Anak Krakatau aktif dan memicu terjadinya tsunami yang menghantam Pandeglang, Provinsi Banten, dan sebagian wilayah di Provinsi Lampung. Belajar dari peristiwa 91 tahun yang lalu, wilayah-wilayah terdampak yang dekat dari sana, tetap harus waspada.

Lihat Lainnya

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

avatar
  Berlangganan  
Notify of
Close