Antar-SektorBeritaBerita dan CeritaData & InformasiProgramSub-Klaster

Pembangunan Huntara PUPR Dihentikan Sementara

Hasil Rapat Sub-Klaster Hunian

Jum’at lalu (18/1), di Aula Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah telah berlangsung pertemuan Sub Klaster Shelter (hunian).

Pertemuan kali ini masih membahas seputaran update perkembangan pembangunan huntara dan beberapa isu lainnya terkait hunian.

Sub klaster belum memiliki data yang benar-benar valid mengenai nama-nama lembaga dan juga jumlah huntara yang telah, sedang, dan akan dibangun. Terutama perkembangan huntara yang dibangun oleh lembaga non PUPR. Ini diakibatkan masih ada lembaga yang belum berkoordinasi dengan baik untuk memberikan data-data perkembangan huntara melalui matrix 5W.

Juga terindikasi adanya kemungkinan eror data yang dimasukan oleh beberapa lembaga yang telah menginput perkembangan pembangunan huntara.

Dari pihak PUPR sendiri, dikonfirmasi bahwa mereka tengah menghentikan sementara pembangunan huntara di angka 699 unit dari target awal 1.200 unit. PUPR tengah melakukan evaluasi-evaluasi terkait perkembangan proses pembangunan huntara di Palu, Sigi dan Donggala.

Beberapa hal lain yang juga dibahas dalam pertemuan ini, mengenai kendala-kendala teknis yang disampaikan oleh beberapa lembaga yang saat ini atau ke depan akan fokus pada pembuatan huntara.

Beberapa lembaga seperti Al-Khair Foundation dan KONSEPSI Islamic Relief membetuhkan rekomendasi tempat dan izin untuk membangun huntara di beberapa titik lokasi. Hal ini penting untuk mendapat izin terlebih dahulu terutama mengenai kondisi lokasi yang aman dari kemungkinan bencana susulan seperti banjir, longsor, dan lain-lain.

Kepada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Drs Ridwan Mumu, M.Si mengingatkan kembali pentingnya lembaga-lembaga kemanusiaan yang masih bekerja di wilayah Sulawesi Tengah untuk terus berkoordinasi kepada Pemerintah Daerah.

Peserta pertemuan juga terus membahas mekanisme monitoring penerapan Standar Huntara sesuai Surat Keputusan yang telah ditanda tangani oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Juga mengenai temuan ketidaksiapan beberapa huntara yang telah dihuni, berkenaan dengan fasilitas dasar yang mestinya tersedia di huntara.

Pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan dalam dua pekan ke depan. Untuk isu-isu tersebut, sub klaster masih terus mempersiapkan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan.

Lihat Lainnya

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

avatar
  Berlangganan  
Notify of
Close